Thank You..

Welcome!!
Thanks for visit my blog, subscribe me on facebook..
Sama-sama belajar nulis yuk, dan jangan lupa komentarnya yah bagi yang udah mampir.. (^.^)

Minggu, 06 November 2011

Contoh Iklan Kaos Oblong Menggunakan Ragam Bahasa Iklan

Tulisan Bahasa Indonesia

Buat agan – agan, yang cewek atau cowok bagi pecinta dan fans berat dari Vespa dan Scooter, kaos ini dijamin bisa jadi pilihan kalian. Desain keren, unik, dijamin gak pasaran, dan yang pastinya murah tetapi tidak murahan, bahan nyaman (cotton combad 20s).

Pilihan size :
Ini contoh produk kami :
  
Untuk pemesanan bisa COD (Cash On Delivery) tempat dan waktu disesuaikan, atau Untuk yang berminat dikirim, silahkan diisi form order seperti di bawah :
Nama                   :
Alamat Lengkap       :
No. HP                 :
Code Baju              :
Ukuran                 :
Jumlah                 :

kemudian bisa dikirim lewat  e-mail / sms ke saya. Saya akan segera membalas form order anda untuk ketersedian stok, harga kaos + ongkos kirim dengan JNE/Tiki/Pos. Selanjutnya silahkan anda transfer terlebih dahulu untuk pembelian kaos ke :
Mandiri atau BCA, kemudian silahkan konfirmasi jika anda sudah transfer, dan barang akan segera saya kirim.

Dijamin sampai ke alamat anda !!
Ditunggu orderannya yaaaa...
Barang bagus gak harus mahal kan ??
contact/order : Todi’s Creatif
Telp : 08561234567 / 021-99999999

Sekilas Tentang Cyberspace dan Cyberbully


Tulisan Bahasa Indonesia.
Cyberspace dan Cyberbully

1.       Cyberspace
       Perkembangan teknologi informasi telah menciptakan sebuah “ruang baru” yang bersifat artifisial dan maya, yaitu cyberspace. Ruang baru ini telah mengalihkan berbagai aktivitas manusia (politik, sosial, ekonomi, kultural, spiritual, bahkan seaksual) dari dunia nyata ke dunia maya yang dikenal dengan dunia tanpa batas. Sehingga apapun yang dapat dilakukan di dunia  nyata, kini dapat juga dilakukan dalam bentuk artifisialnya dalam cyberspace. Sebuah migrasi besar-besaran kehidupan manusia tampaknya tengah berlangsung, yaitu migrasi dari jagat nyata ke jagat maya dari kehidupan di ruang nyata menuju kehidupan di ruang maya. Migrasi kemanusiaan ini telah menimbulkan perubahan besar dalam cara setiap orang menjalani dan memaknai kehidupan. Cyberspace menciptakan sebuah kehidupan yang mungkin nantinya sebagian besar akan dibangun seluruhnya oleh model kehidupan yang dimediasi secara mendasar oleh teknologi, sehingga berbagai fungsi alam kini diambil alih oleh subtitusi teknologisnya, yang disebut kehidupan artifisial.

       Realitas - realitas sosial budaya yang ada di dunia nyata kini mendapatkan tandingan - tandingannya. Pada akhirnya, batas antara keduanyamenjadi kian kabur. Cyberspace yang terbentuk oleh jaringan komputer dan informasi yang terhubungkan secara global telah menawarkan bentuk-bentuk komunitasnya sendiri (virtual community), bentuk realitasnya (virtual reality), dan bentuk “ruang” nya sendiri (cyeberspace).

       Cyberspace berasal dari bahasa Yunani, asal katanya adalah kubernan yang berarti ruang maya tanpa batas, imajinatif dan dapat dihayati melalui perwujudan virtual. Cyberspace merupakan ruang yang diwujudkan melalui (jaringan) computer, sifatnya digital dan direpresentasikan dalam satuan bit.

       Perkembangan cyberspace telah mempengaruhi kehidupan sosial pada berbagai tingkatannya. Keberadaan cyberspace tidak saja telah menciptakan perubahan sosial yang sangat mendasar. Pengaruh cyberspace terhadap kehidupan sosial setidaknya tampak pada tiga tingkat : individu, antarindividu, dan komunitas.
       Pada tingkat individu, cyberspace menciptakan perubahan mendasar dalam pemahaman kita tentang diri dan identitas. Struktur cyberspace membuka ruang yang lebar bagi setiap orang untuk secara artifisial menciptakan konsep tentang diri dan identitas. Kekacauan identitas akan mempengaruhi persepsi, pikiran, personalitas, dan gaya hidup setiap orang. Bila setiap orang bisa menjadi siapapun, sama artinya semua orang bisa menjadi beberapa orang yang berbeda pada saat yang sama.  Pada akhirnya yang ada dalam cyberspace adalah permainan identitas: identitas baru, identitas palsu, identitas ganda, identitas jamak.

       Tingkat interaksi antarindividu, hakikat cyberspace sebagai sebagai dunia yang terbentuk oleh jaringan (web) dan hubungan (connection) bukan oleh materi. Kesalingterhubungan dan kesalingbergantungan secara virtual merupakan ciri dari cyberspace. Karena hubungan, relasi, dan interaksi sosial di dalam cyberspace bukanlah antarfisik dalam sebuah wilayah atau teritorial, yaitu interaksi  sosial yang tidak dilakukan dalam sebuah teritorial yang nyata.

       Pada tingkat komunitas, cyberspace dapat menciptakan satu model komunitas demokratis dan terbuka. Karena komunitas virtual dibangun bukan di dalam teritorial yang konkret, maka persoalan didalamnya adalah persoalan normatif, pengaturan, dan kontrol. Dalam komunitas virtual cyberspace, pemimpin, aturan main, kontrol sosial tersebut tidak berbentuk lembaga, sehingga keberadaannya sangat lemah. Jadi, di dalamnya, seakan-akan “apa pun boleh”.

2.       Cyberbully
       Jejaring social online, seperti facebook, justru kerap di jadikan Gerang bagi cyber bullying. Pasalnya, facebook memang cukup popular . Saat ini jumlah penggunas facebook seluruh dunia sudah menembus anggka 219.286.560 pengguna berdasarkan sumber dari Http://teknologi.vivanews.com dan menurut sumber yang saya dapat dari Wikipedia, bahwa Indonesia menempati peringkat kedua setelah Amerika serikat . Keinginan untuk dikenal dan terkenal ini membuat orang mengumbar informasi detail tentang dirinya. Mereka tak sadar, bahwa hal ini bias menjadi boomerang bagi mereka sendiri. Sementara itu, Lebih dari 55% pengguna jejaring social facebok itu adalah wanita. Sehingga, bukan tidak mungkin wanita menjadi sasaran empuk bagi para pelaku cyber bullying dalam menjalankan aksinya. Korban kejahatan cyber bullying tidak sedikit, di Indonesia juga banyak pelaku cyber bullying yang memakan banyak korban termasuk diantaranya pra artis-artis Indonesia.Beberapa artis di tanah air yang menjadi korban sering dikagetkan dengan beredarnya foto-foto pribadi mereka, video-video dan munculnya halaman facebook yang mengatas namakan dirinya.Hal ini tentu saja membuat artis atau korbn tersebut kehilangan privasi, sebab setiap kegiatan harian yang dilakukan olehnya ercaat di halaman tersebut.

       Rambu-rambu bergaul di dunia maya tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Di dunia yang nyata tentu anda tidak akan dengan mudah memberikan informasi pribadi yang detail kepada orang lain. Anda tentu tidak akan dengan mudah membagikan alamat rumah atau nomor ponsel kepada orang asing yang anda temui di jalan.Tapi anehnya banyak orang yang melupakan prinsip ini saat mereka bersosilisasi di duni maya. Mungkin disebabkan karena mentang-mentang tidak melibatkan hubungan secara fisik , lantas orang mempunyai pikiran bahwa sesuatu yang erjadi di dunia maya hanya eksis dan berlangsung di situ saja. Ternyata pendapat ini salah dan sudah banyak bukti kasus yang terjadi. Ada beberapa contoh kasus yang pernah terjadi, diantaranya seperti yang terjadi pada salah satu milis komunitas perempuan. Ada salah satu anggota milis tersebut yang menjadi korban kaget saat tahu nama dan nomor ponselnya masuk dalm daftar kontak “wanita nakal siap di hubungi” disebuah halaman internet. Nasip yang sama ternyata juga menimpa anggota milis wanita lainya. Ternyata, data pribadi yang mereka suplai untuk kepentingan milis telah dicuri dan disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang di sini bias kita sebut sebagai pelaku cyber bullying. Dari kejadian ini membuat ke dua wanita tersebut trauma setiap kali mendengar dering ponselnya sendiri dan sering kali ponsel mereka bordering pada tengah malam.

       Apakah pelaku kejahatan di dunia maya seperti cyber crime dan cyber bullying dapat ditangkap dan diproses hukum? Sekarang saja Indonesia sudah mendapat complain dari lebih 40 negara yang menjadi korban internet fraud atau penipuan di internet yang dilakukan oleh warga Indonesia. Hukuman di Indonesia untuk kejahatan serius di dunia maya sepertinya kurang member efek jera. Namun demikian, Potensi serius dari kejahatan ini dim as depan membuat divisi cyber crime Kepolisian Republik Indonesia harus terus meningkatkan kualitas layanannya. Selain di jerat dengan pasal hukuman pidana, para penjahat dunia maya ini juga bias dikenai pasal undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronika yang telah disahkan pada tanggal 25 Maret 2008 yang lalu. Dengan demikian mereka yang mengalami kasus cyber bullying bisa dijerat pasal 27, dalm bab perbuatan yang di larang. Mereka yang melanggar bisa dikenakan hukuman pidana hingga lebih dari 5 tahun.

3.       Hal - Hal Penyebab Cyberbully
‐       Berkomunikasi dengan sembarang orang yang tidak kita kenal dijejaring social.
‐       Sembarang mengupload atau mengirim foto ke jejaring social, karena dengan adanya internet foto dapat dengan mudah tersebar kemana-mana.
‐       Menaruh email asli pada akun profile jejaring social kita.
‐       Membuat password yang sederhana dan mudah di tebak (seperti nama pacr, nama anak, tanggal lahir, dan sebagainya).
‐       Memberi password pada orang lain walaupun itu teman dekat kita sendiri.

4.       Contoh Kasus Cyberbully
       Misalnya seorang anak yang menghina/mencemooh temannya dengan menggunakan akun Twitter atauakun lainnya terhadap temannya yang lain. Tentu saja hal ini akan menjadi sebuah masalah. Cyberbullying merupakan proses ketika anak-anak, disiksa, diancam, diganggu, atau dihina oleh anak-anak lainnya melalui internet, telepon seluler atau teknologi interaktif dan digital lainnya. Perbuatan ini sempat menjadi topic berita di Televisi hingga berujung Kematian.

5.       Cara Mencegah Cyberbully
‐       Jangan merespon. Para pelaku bullying selalu menunggu - nunggu reaksi korban. Untuk itu, jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak lantas merasa diperhatikan.
‐       Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini.
‐       Adukan pada orang yang dipercaya. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orang tua, guru, atau tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.
‐       Simpan semua bukti. Oleh karena aksi ini berlangsung di media digital, korban akan lebih mudah meng-capture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak-pihak yang bisa membantu.
‐       Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentuk pesan instan, teks, atau komentar profil, gunakan tool preferences/privasi untuk memblok pelaku. Jika terjadi saat chatting, segera tinggalkan chatroom.
‐       Selalu berperilaku sopan di dunia maya. Perilaku buruk yang dilakukan, seperti membicarakan orang lain, bergosip, atau memfitnah, akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyberbullying.
‐       Jadilah teman, jangan hanya diam. Ikut meneruskan pesan fitnah atau hanya diam dan tidak berbuat apa-apa akan menyuburkan aksi bullying dan menyakiti perasaan korban. Suruh pelaku menghentikan aksinya, atau jika pelaku tidak diketahui bantu korban menenangkan diri dan laporkan kasus tersebut ke pihak berwenang.

6.       Saran
       Ada beberapa hal yang harus dihindari saat kita membuat tu memakai jejaring sosial antara lain :
‐       Membuat password yang sederhana dan mudah di tebak (seperti nama pacr, nama anak, tanggal lahir, dan sebagainya).
‐       Memberi password pada orang lain walaupun itu teman dekat kita sendiri.
‐       Gampang percay dengan berita atau kabar yang tidak jelas asal usuklnya di internet, apalagi jadi ikut-ikutan memforward ke orang lain.
‐       Terlalu lengkap memasang profil atau data diri.
‐       Memasang foto-foto diri anda yang sekiranya anda sendiri tidak merasa nyaman apabila foto-foto tersebut disabar luaskan secara bebas. Sekali foto tersebar mustahil anda dapat menariknya dari internet.
‐       Sembarangan add friend atau approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman.

       Di dalam jejaaring social sekarang sudah banyak mencatumkan aplikasi cara agar menghindari Cyberbully, contohnya saja Facebook di dalam akun Facebook ada cara apabila anda mengalami serangan Cyberbully yaitu dengan cara memilih “Laporkan” pada aplikasi tersebut anda akan di beri option Gangguan apa yang telah terjadi pada Akun anda, misalnya “Pelecehan Seksual” maka Akun yang mengganggu anda akan “Ter-Blokir”.

7.       Penutup
       Dalam berjejaring sosial pada saat ini, kita harus berhati - hati, beri peringatan tegas bahwa anda akan mengambil langkah hukum jika aksi tersebut terus berlangsung. Bila tindak cyber bullying sudah mengarah kepada tindak kekerasan, pemerasan atau pelecehan seksual, segera hubungi pihak kepolisian, biarkan pihak berwajib yang menanganinya.

Sumber :
·         Google
·         Wikipedia
·         Kaskus
·         Vivanews

Minggu, 16 Oktober 2011

Mengenal dan Membuat Barcode


1.  Sejarah Barcode
          Pada tahun 1932, Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di perusahaan retail. Awalnya, teknologi barcode dikendalikan oleh perusahaan retail, lalu diikuti oleh perusahaan industry. Lalu pada tahun 1948, pemilik toko makanan lokal meminta Drexel Institute of Technology di Philadelphia untuk membuat sistem pembacaan informasi produk selama checkout secara otomatis.
       Kemudian Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland, lulusan Drexel, bergabung untuk mencari solusi. Woodland mengusulkan tinta yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. Prototype ditolak karena tidak stabil dan mahal. Tangal 20 Oktober 1949 Woodland dan Silver berhasil membuat prototipe yang lebih baik.
       Akhirnya pada tanggal 7 Oktober 1952, mereka mendapat hak paten dari hasil penelitian mereka. 1966: Pertama kalinya barcode dipakai secara komersial adalah pada tahun 1970 ketika Logicon Inc. membuat Universal Grocery Products Identification Standard (UGPIC).
       Perusahaan pertama yang memproduksi perlengkapan barcode untuk perdagangan retail adalah Monach Marking. Pemakaian di dunia industri pertama kali oleh Plessey Telecommunications. Pada tahun 1972, Toko Kroger di Cincinnati mulai menggunakan bull’s-eye code. Selain itu, sebuah komite dibentuk dalam grocery industry untuk memilih kode standar yang akan digunakan di industry.
       Pada tanggal 3 April 1973: Komite memilih simbol UPC (Uniform Product Code) sebagai standar industry.

2.  Pengertian Barcode
          Barcode adalah susunan garis cetak vertikal hitam putih dengan lebar berbeda untuk menyimpan data-data spesifik seperti kode produksi, nomor identitas, dll sehingga sistem komputer dapat mengidentifikasi dengan mudah, informasi yang dikodekan dalam barcode. Barcode ini sering digunakan di toko-toko, swalayan atau supermarket untuk membantu dalam melacak barang yang dibeli serta memunculkan harga dan data yang sebelumnya sudah diprogram melalui entri data (database).

3.  Jenis - Jenis Barcode
       Ada pun jenis barcode yang dikenal saat ini adalah barcode linear 1D (1 dimensi) yang berupa rangkaian garis dengan ketebalan yang bervariasi dan berbentuk persegi panjang serta jenis barcode matriks 2D (2 dimensi) yang datanya diwakili oleh simbol-simbol yang berbentuk persegi, titik, heksagon dan bentuk geometri lainnya pada gambar yang berada dalam sebuah bujur sangkar. Untuk jenis barcode matriks ini kita bisa memasukkan data sampai ratusan karakter dalam sebuah barcode, lain halnya dengan barcode linear yang kemampuan menyimpan datanya terbatas.
       Terdapat beberapa standar kode dalam barcode sesuai dengan kegunaan dan tujuan pemakaian barcode, seperti pada daftar berikut :
  • Uniform Product Code (UPC) : Untuk checkout penjualan, persediaan, dan sebagainya pada toko retail.
  • Code 39 (Code 3 of 9) :  Identifikasi, inventarisasi, dan pengiriman pelacakan.
  • POSTNET :  Kode pos encoding di US mail.
  • European Article Number (EAN) : Sebuah superset dari UPC yang memungkinkan digit ekstra untuk identifikasi negara.
  • Japanese Article Number (JAN) : Serupa dengan EAN, digunakan di Jepang.
  • Bookland : Berdasarkan nomor ISBN dan digunakan pada sampul buku.
  •  ISSN bar code : Berdasarkan nomor ISSN, digunakan pada majalah di luar AS.
  • Code 128 : Digunakan dalam preferensi untuk Code 39 karena lebih kompak.
  •  Interleaved 2 of 5 : Digunakan dalam industri pelayaran dan gudang.
  • Codabar : Digunakan oleh Federal Express, di perpustakaan dan bank daerah.
  • MICR (Magnetic Ink Character Recognition) : Sebuah font khusus yang digunakan untuk nomor di bagian bawah cek bank.
  •  OCR-A : Format pengenalan karakter optik yang digunakan pada sampul buku, untuk nomor ISBN agar bisa dibaca oleh manusia.
  •  OCR-B : Digunakan untuk mempermudah pembacaan barcode versi UPC, EAN, JAN, Bookland, dan ISSN dan Code 39.
  • Maxicode : Digunakan oleh United Parcel Service.
  •  PDF417 : Suatu jenis barcode 2-D baru yang dapat encode sampai 1108 byte informasi; dapat terkompresi seperti pada sebuah portabel file data (PDF).

4.  Gambar Jenis - Jenis Barcode


5.  Tipe Barcode
       Tipe barcode yang banyak di Indonesia adalah EAN 13, yaitu kode barcode dengan 13 digit. Dimana 3 kode awalnya merupakan kode negara Indonesia (899). Kemudian empat angka berikutnya menunjukkan kode perusahaan. Selanjutnya lima angka secara berturut-turut merupakan kode produk dan angka terakhir berupa validasi atau cek digit.

6.  Cara Membaca Barcode
       Standar barcode retail di Eropa dan seluruh dunia kecuali Amerika dan Kanada adalah EAN (European Article Number)–13. EAN-13 standar terdiri 13 digit, dengan pembagian digitnya :
  1. Kode negara atau kode sistem : 3 digit pertama barcode menunjukkan negara di mana manufacturer terdaftar.
  2. Manufacturer Code : Ini adalah 5 digit kode yang diberikan pada manufacturer dari wewenang penomoran EAN.
  3. Product Code : 5 digit setelah manufacturer code. Nomor ini diberikan manufacturer untuk merepresentasikan suatu produk yang spesifik.
  4. Check Digit atau Checksum : Digit terakhir dari barcode, digunakan untuk verifikasi bahwa barcode telah dipindai dengan benar.
            Untuk membaca barcode ini diperlukan sebuah alat pembaca barcode atau barcode scanner dengan menggunakan sinar laser yang sensitif terhadap refleksi dari ketebalan garis, jarak atau ruang antar baris dan variasi lainnya. Data tersebut dibaca oleh barcode scanner yang kemudian ditranfer ke komputer untuk diolah lalu ditampilkan sebagai data yang terbaca oleh manusia.
7.  Kegunaan & Keuntungan Barcode
-       Berdasarkan kegunaannya terdapat 5 kategori kegunaan barcode, yaitu :
  • Barcode untuk keperluan retail, salah satu contohnya adalah UPC (Universal Price Codes), biasanya digunakan untuk keperluan produk yang dijual di supermarket.
  • Barcode untuk packaging biasanya digunakan untuk pengiriman barang, dan salah satunya adalah barcode tipe ITF.
  • Barcode untuk keperluan penerbitan, sering digunakan pada penerbitan suatu produk, misalkan barcode yang menunjukkan ISSN suatu buku.
  • Barcode untuk keperluan farmasi biasanya digunakan untuk identifikasi suatu produk obat-obatan. Salah satu barcode farmasi adalah barcode jenis HIBC.
  • Barcode untuk kepentingan non retail, misalkan barcode untuk pelabelan buku-buku yang ada di perpustakaan. Salah satu tipe barcode untuk keperluan non retail ini adalah Code 39.
  • Barcode untuk keperluan lain – lain.
-       Keuntungan penggunaan barcode, yaitu :
  • Proses Input Data lebih cepat, karena Barcode Scanner dapat membaca/merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.
  • Proses Input Data lebih tepat, karena Teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
  • Penelusuran informasi data lebih akurat karena teknologi barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi.
  • Mengurangi biaya, karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang.
  • Peningkatan Kinerja Manajemen, karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan
  • Memiliki nilai tawar lebih tinggi / prestise serta kemampuan bersaing dengan saingan / kompetitor akan lebih terjaga.
8.  Cara Membuat Barcode
       Dari penjelasan singkat diatas tadi, saya ingin mencoba membuat barcode sendiri. Sebelum membuat barcode tentunya kita harus membuat database dari benda atau barang atau apapun itu yang ingin kita jadikan databasenya untuk pembuatan barcode.
       Misalnya saya mempunyai suatu perusahaan yang memproduksi makanan kemasan yang serupa namun memiliki banyak jenis. Dari penjelasan mengenai pembacaan barcode diatas didapat bahwa 5 digit kode yang digunakan untuk suatu produk.

Berikut ini kode-kode yang saya gunakan untuk keterangan suatu produk yang saya akan buat :
Kode 1 untuk tanggal produksi
Kode 2 untuk tanggal kadaluarsa
Kode 3 untuk jenis makanan
Kode 4 untuk tempat produksi
Kode 5 untuk harga makanan

       Diatas adalah kode produk yang akan saya gunakan, sedangkan kode perusahaan yang saya pakai misalnya “1445” kode perusahaan ini yang diberikan pada manufacturer dari wewenang penomoran EAN.

Apabila telah dibuat ketentuan kode produk, maka saya akan memproduksi suatu makanan, yang databasenya telah dibuat untuk keterangan suatu produk makanan.

-          Berikut databasenya :
Produk 1 :                                        Produk 2 :                              Produk 3 :     
1. 16-10-2011                                   1. 11-11-2011                          1. 15-03-2011
2. 16-01-2012                                   2. 11-11-2012                          2. 20-03-2011
3. Snack siap makan                          3. Snack olahan                         3. Roti
4. Bandung                                        4. Bekasi                                   4. Cikarang
5. Rp 3.000                                       5. Rp 2.500                               5. Rp 9.900

       Dari database yang ada, maka saya dapat membuat barcodenya dengan menggunakan aplikasi “online barcode generator”. Apabila telah jadi barcode seperti gambar dibawah kemudian discan dengan menggunakan barcode scanner maka akan terbaca sesuai dengan database yang saya buat.

 

langkah-langkah untuk membuat barcode sendiri :
  1. buka http://www.morovia.com/free-online-barcode-generator/
  2. pilih barcode format, misalnya EAN-13
  3. masukkan kode yang telah dibuat ke dalam data to encode
  4. submit
jadi deh barcode yang kita buat..
selamat mencoba semoga bermanfaat..