Thank You..

Welcome!!
Thanks for visit my blog, subscribe me on facebook..
Sama-sama belajar nulis yuk, dan jangan lupa komentarnya yah bagi yang udah mampir.. (^.^)

Senin, 12 Maret 2012

PENALARAN DEDUKTIF

Pengertian Penalaran Deduktif

Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

v Premis pertama adalah premis yang bersifat umum sedangkan premis kedua adalah yang bersifat khusus.

v Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis. Penarikan tidak langsung ditarik dari dua premis.

v Penarikan kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

v Corak berpikir deduktif : Silogisme kategorial, silogisme hipotetis, silogisme alternative atau entimen. Dalam penalaran deduktif terdapat premis, yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan.

Contoh penalaran deduktif :

  1. Semua makhluk hidup pasti mati (premis mayor).
  2. Todi adalah makhluk hidup. (premis minor).
  3. Todi pasti mati. (kesimpulan).

Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu :

  • Silogisme Kategorial.
  • Silogisme Hipotesis.
  • Silogisme Akternatif.
  • Entimen.

Silogisme adalah suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan pernyataan ketiga.

  • Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.

a. Premis umum : Premis Mayor (My)

b. Premis khusus : Premis Minor (Mn)

c. Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)

Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

  • Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.

Konditional hipotesis : Bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

  • Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.

Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

  • Entimen

Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.

Faktor - faktor penalaran deduktif , antara Lain :

  1. Terdapat pada kalimat utama,
  2. Penjelasannya berupa hal-hal yang umum,
  3. Kebenarannya jelas dan nyata.

Kalimat Deduktif :

Contoh kalimat deduktif dalam kutipan penalaran deduktif :

“Setiap manusia di dunia ini tentu memiliki cita - cita dan harapan. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak memiliki cita - cita dan harapan. Berusaha dan berdoa adalah salah satu upaya dari mewujudkan suatu cota - cita dan harapan bagi mereka. Sesungguhnya mereka pun ingin mewujudkan cita - cita dan harapan tersebut dengan nyata. Oleh karena itu gapailah cita - cita setinggi mungkin dan wujudkan demi suatu kebahagiaan yang sempurna.”

  • Kalimat Utama dari kutipan paragraf diatas adalah : Setiap manusia di dunia ini tentu memiliki cita - cita dan harapan.
  • Kalimat Penjelasnya : Tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak memiliki cita-cita dan harapan. Berusaha dan berdoa adalah salah satu upaya dari mewujudkan suatu cota-cita dan harapan bagi mereka. Sesungguhnya mereka pun ingin mewujudkan cita-cita dan harapan tersebut dengan nyata.Oleh karena itu gapai lah cita-cita setinggi mungkin dan wujudkan demi suatu kebahagiaan yang sempurna.

Sumber :

Thanks
tepuktangan

Minggu, 11 Desember 2011

Sisi Negatif Selalu Bergantung Pada Internet


1.      Pornografi
       Tidak sekedar hanya membuka situs mesum yang sangat bisa merusak moral generasi muda (bahkan tua). Pelaku yang tidak bertanggung jawab sangat bisa dan sangat mudah untuk sekaligus menjadi pelakunya, dengan mengunggah atau meng-upload foto atau video mesum melalui internet. Bahkan hal ini menjadi berita hangat yang biasa terdengar, Juga ketika beberapa waktu lalu, artis Indonesia papan atas yang tersandung kasus video mesum ini sampai memberikan dampak luas di kalangan masyarakat.

2.      Game online
       Permainan game memang bisa membuat hanyut para penggemarnya. Apalagi game online yang bisa berinteraksi dengan banyak orang dari seluruh belahan dunia. Sangat mengasikkan sekaligus membuat kecanduan, menjadi "lupa daratan tidak ingat lautan", lupa waktu, lupa kesehatan, boros biaya, (terutama bagi pelajar) dan lebih jauhnya lagi, game online bisa menjadi sarana perjudian.

3.      Media sosial atau jejaring social
       Seperti Facebook, Twitter, dan Friendster juga seperti game online. Bisa membuat kecanduan dan lupa, bahkan jejaring sosial Facebook sudah banyak menelan korban kejahatan dengan berbagai cara yang dilakukan pelakunya untuk menjerat korbannya.

4.      Penipuan lewat internet
       ini juga yang paling banyak ditanyakan, marak terjadi dan banyak yang menjadi korban. Layanan online bisa menjadi sarana untuk pelaku tindak kejahatan apapun namanya, untuk menjerat sasaran penipuan.

Mengolah Keuangan Pribadi Dengan Prioritas Kebutuhan


Sulitnya Menjadi Manajer Keuangan Keluarga

       Banyak orang beranggapan bahwa Manajemen keuangan keluarga merupakan salah satu bidang yang rumit dan sulit. Sebenarnya manajemen keuangan keluarga tidaklah rumit seperti yang dibayangkan banyak orang khususnya ibu-ibu. Untuk menjadi manajer keuangan keluarga yang cerdas dan bijak Anda tidak harus menjadi seorang ahli keuangan.

       Manajemen keuangan keluarga memang membutuhkan pengetahuan dan kearifan dalam menjalankannya. Kebanyakan orang yang merasa terintimidasi dengan masalah ini, malah mengabaikannya. Persoalaan ini harusnya menjadi prioritas keluarga karena banyak sekali masalah timbul karena kurang bijaknya manajer keuangan keluarga dalam mengelola dan mengatur keuangannya. Sebagai seorang manajer keuangan keluarga, ada beberapa aspek yang menurut hemat kami perlu ditangani yaitu :

1.     Membuat dan meninjau secara periodik prioritas keuangan keluarga.
2. Mengelola pendapatan yang terbatas secara bijak.
3. Menghitung kebutuhan proteksi serta menginvestasikan dana dalam bentuk investasi yang sesuai.
4.      Mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anak.
5.      Belanja dengan bijak.

       Hal Ini merupakan hal-hal dasar yang sebaiknya dipikirkan dan direncanakan oleh keluarga melalui seorang manajer keuangan keluarga, bisa ibu atau bapak atau keduanya. Keuangan keluarga pasti akan dihadapi dengan berbagai hambatan baik kecil maupun besar. Bisa jadi hambatan ini mengakibatkan krisis keuangan. Bila Anda berada dalam posisi ini, tidak ada untungnya Anda mengatakan bahwa kalau saja saya tau lebih dulu bagaimana belanja secara bijak atau mempunyai anggaran belanja keluarga atau menjalankan kehidupan keuangan keluarga berdasarkan prioritas-prioritas yang telah disepakati maka tentunya kita akan terhindar dari kehancuran keuangan keluarga.

       Cobalah untuk merencanakan bagaimana keluar dari masalah dan dapat terus menjalani kehidupan keluarga secara sejahtera. Untuk dapat menjalankan roda kehidupan keluarga secara bijak kami melihat pentingnya bagi sebuah keluarga untuk menjalankan tiga langkah berikut ini :

1.      Mengidentifikasi dan menetapkan prioritas keuangan.
2.      Memikirkan dan mengembangkan sebuah rencana pencapaian.
3.      Mengembangkan prosedur pelaksanaan perencanaan.

       Yang terpenting dalam hal ini adalah kesepakatan bersama. Mana prosedur pelaksanaan yang Anda tentukan adalah yang memang sesuai dengan kondisi Anda keluarga Anda. Rencanakan hidup Anda dan Hidupkan rencana Anda.

Sumber :